BBM oh BBM! (pra kenaikan BBM April 2012)

Assalamualaykum.wr.wb

Bulan ini penuh kebimbangan ya, apalagi mau kenaikan bahan bakar premium dan solar. Sejauh mata memandang masalah BBM mulu, demo satu , demo dua, blokade SPBU, dan terakhir yang saya dengar kericuhan demo mahasiswa di Malang yang akhirnya mengorbankan gerbang DPRD ?(duh kok ya pakai kekerasan segala lagi.. >_<)

Nah, yang terakhir ini nih yang mengganjal, Pernahkah terbesit di pikiran kawan-kawan kok ya mau-maunya gitu mahasiswa repot – repot demo, toh akhirnya mungkin BBM nantinya bakal naik juga??

Yap, penulis pun mahasiswa, penulis pun pernah melakukan aksi (yang sering diartikan demo), so apa artinya yang sekarang ini pun penulis berteriak-teriak ke pemerintah soal BBM?? Hmm, tergantung konklusinya dulu dong🙂🙂 Selama itu bertujuan baik, why not??

  

Sungguh miris sebenarnya , generasi muda Indonesia saat ini sangat beragam, ada yang sangat frontal, ada yang legowo, bahkan ada juga yang pragmatis, yang tidak mau tahu. Penulis pun tidak menafikkan jika pemerintah pun berbuat salah, namun layakkah kita menilai dari yang terlihat kita saat itu? Yang sepintas tertangkap indera kita dan telah terekam pada memori kita bahwa DEMO= KEKERASAN +dst. Hmm, not yet..

Stop dulu sampai disini..

Setelah membaca paragraf sebelum ini,mungkin kawan” mengira apakah penulis ingin memberikan pengertian aksi dan sebagainya, mungkin juga apa kawan” bertanya-tanya apa sih yang dimaksudkan penulis dalam postingan ini, mau membela rakyat atau membela pemerintah nih?? Tidak, bukan itu yang penulis maksudkan. Yang penulis maksudkan adalah soal sesama manusia, bukan dalam “kulit” pejabat, pemerintah, nelayan, mahasiswa dsb, tetapi ANDA sebagai makhluk yang sama-sama diciptakan Allah Azza wa Jalla, yang mempunyai hati , yang menolong sesama, bukan persoalan untung rugi semata.

Mari kita lihat dari berbagai sisi:

BBM, pemerintah , dan mahasiswa

BBM, pemerintah , dan mahasiswa

BBM, pemerintah , dan mahasiswa

Membicarakan ketiga hal ini seolah-olah tidak ada habisnya ya, bahkan baru-baru ini saya mencoba berdiskusi pada kajian penolakan kenaikan harga BBM, eh kok ya malah ujung-ujungnya pihak asing lah, pemerintah yang korupsi, malah ada juga yang mau turunkan SBY. Ckckck…what’s going on earth sih? Kalau SBY turun pastilah semakin ribet, malah menimbulkan masalah baru, bukan menyelesaikan masalah yang kita hadapi saat ini. Peace, yang ini tidak usah diperdebatkan, hehe.

 1.       Pemerintah dan BBM

“Kekayaan alam dikelola oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat “-pasal 33 UUD 1945-

Tentunya masih ingat ya, apalagi saat ini yang justru hangat-hangatnya dibicarakan dalam pengelolaan cadangan hidrokarbon di negeri tercinta ini. Yap, Indonesia. Indonesia memang negara besar, kekayaannya membuat iri negara -negara lain, tetapi karena kekurangtahuan , mau-maunya kita kehilangan (sangat banyak) sumber daya alam, mungkin hanya terpukau kenikmatan sesaat yang kemudian menyebabkan kehilangan yang sangat besar. Lihat saja kasus FREEPORT, sangat besar kan kehilangan produksi emas dan tembaga di negeri sendiri?

 

Bagaimana dengan pengelolaan minyak dan gas?

Hal yang serupa pun didapatkan pada pengelolaan MIGAS yang sayangnya, banyak pula dikelola pihak asing. Katakanlah Chevron, BP, Total dan sebangsanya yang seharusnya juga menyilaukan mata penulis. Mengapa penulis mengatakan demikian? Memangnya modal apa yang dimiliki oleh negeri ini ketika teknologi perminyakan justru dimiliki oleh negeri jauh disana? Pernah juga penulis mengikuti perkuliahan singkat dari pembicara yang berasal salah satu perusahaan perminyakan, bagaimana sulitnya persyaratan mencari hidrokarbon di Indonesia, risiko dan tanggung jawabnya pada BP MIGAS. Apalagi menyangkut seluruh komponen yang ada, bisnis yang mahal dan juga berisiko sangat tinggi, baik dalam tahap eksplorasi,produksi, dan akhirnya pemulihan. Sungguh , dari pandangan penulis  yang mau ga mau adalah akademisi geophysics, tidak adil ketika sesuatu “berharga” dibeli dengan harga yang sama dengan sebotol Frestea Rp.4500,- untuk per liternya. Entah kenapa sangat bertimpang dengan yang dituduhkan saat ini, kekayaan kita sedang dihisap negara lain!

“Ibarat bertindak dengan logika individu, namun tidak dengan universal hati”.

Inilah yang dialami bangsa ini,memang ada yang hidup nyaman, ada juga yang ironisnya hidup menderita, serba berkekurangan, dengan mengais remah-remah kehidupan dibalik keegoisan individu yang menyengsarakan banyak orang di belakang T__T.. Sayangnya bisnis MIGAS pun terwarnai dengan tangan” yang bersedia “memudahkan” proyek. Tidak jarang kok perusahaan minyak akhirnya sering ditarik untuk reward pelicin agar mereka mau “mencari” dan “bagi hasil” ladang minyak yang mau dieksplorasi, dikelola, dan akhirnya berproduksi.

SUBSIDI BBM down = BIAYA HIDUP up

Yap , betul, dengan rencana kenaikan harga BBM per 1 April otomatis biaya transportasi juga membengkak dan dampaknya maka tentu saja harga kebutuhan pokok akan melambung (walaupun pada saat ini pun juga sudah mahal [>__<]). Lagi-lagi taraf hidup pun terus dipaksakan meningkat. Dari dulu awal SBY menjabat, beras yang harganya Rp 4500,- sekarang tembus 2 kali lipat. Kalau lapangan pekerjaan meningkat sih gpp tetapi masalahnya malah banyak pengangguran, banyak pengemis, banyak yang ngamen, kriminalitas meningkat and so on. Angkutan umum pun begitu, pastinya jika BBM naik maka tarif angkutan umum pasti mahal. Walaupun solusinya katanya dapat ditanggulangi dengan pembagian  BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi masyarakat tidak mampu. Hmm, dapur mengepul per bulan ga cukup 150 ribu per bulan man! Apalagi demi uang senilai itu masyarakat harus berdesak-desakan. Yang tua-tua kehimpit, ricuh dan lain sebagainya, lebih menimbulkan banyak mudharat!

Salah siapa dong?

2.       Penolakan BBM (dan  Mahasiswa)

Aksi penolakan kenaikan BBM oleh mahasiswa pun terjadi dimana-mana. Dari Aceh, Jakarta, Malang, Surabaya, Kalimantan, Manado (setelah lihat dari TV-One, he). Dari aksi damai hingga anarkis pun ada, komplit.  Tujuannya satu menolak BBM naik, lebih keren lagi  penulis  pernah melihat di komisariat X di Malang , “BBM NAIK, SBY TURUN !”  Wah heboh bener ya, apa betul itu yang terbaik?

Sepintas penulis merasa tergelitik untuk menulis topik ini, karena kenapa?
Okay fine , penulis tahu bagaimana mekanisme pengolahan minyak bumi, dan sayangnya minyak bumi itu tidak dipakai untuk sembarangan. Misalkan saat ini, begitu banyak kendaraan bermotor yang masuk ke negara ini, harganya murah dan mekanismenya mudah. Cocok dah sama mahasiswa banget. Saking murahnya sampai jarak  100 meter pun pakai motor.  Duh, untuk mencari hidrokarbon penuh perjuangan, penulis pun kalau disuruh membaca data seismik yang sederhana saja masih kesulitan banget, dan hasilnya dipakai dengan harga hanya 4500/liter. Ga sebanding kawan..

Sama halnya dengan lupa mencopot charge laptop atau handphone. PLN itu masih  bergantung pada hidrokarbon. Sama aja lho anda -anda semua yang suka menghabiskan listrik juga memboroskan cadangan hidrokarbon negara kita sendiri.
Belum lagi mobil mewah-mewah itu, saking penginnya murah pengeluarannya, diisi deh penuh” kran bensinnya, yap premium yang dibeli.  Lagi-lagi penulis heran, lha wong mobil  “wah” kok diminumin premium. Padahal setahu penulis , mobil seperti itu harusnya memakai Pertamax atau sejenisnya yang bilangan oktannya 96 ke atas.

So, masalahnya terlihat kan?
-> Boros boros boros

Terutama kalangan menengah keatas. (Man, mobil lo ga baek dikasi premium, please deh kagak keren sama sekali kalau lo ga tau kebutuhan mobil lo!)

-> Mengedepankan Keuntungan

Bukan pemerintah juga tak ambil andil lho. Tentunya apabila impor kendaraan bermotor bagus maka akan ada tambahan penghasilan negara. Tetapi dengan meningkatnya kendaraan pribadi bukannya angkutan umum semakin merana? Duh, rakyat kecil lagi kan jadi korban?

Harapan itu masih ada, dan bukanlah omong kosong hitam putih “politik” belaka..

Dari sekian referensi, banyak spekulasi yang mengatakan ketersediaan minyak bumi di Indonesia berada di ambang kekhawatiran, akhirnya banyak pula yang berspekulasi bahwa saat ini , detik ini Indonesia sedang dijajah, sedang dihisap kekayaannya, sedang dihitung-hitung kekayaannya yang segera berpindah ke rekening negara/individu secara pribadi. Meskipun adapula yang menduga BBM adalah isu untuk menaikkan pamor kedudukan politik partai X dan seterusnya..-__-

Mungkin diantara pernyataan tersebut ada benarnya, tetapi siapa yang tahu?

 

TIDAK PENTING!

Penulis bukan orang yang pragmatis, yang benci dengan segala kebijakan pemerintah ataupun menentang rekan-rekan mahasiswa. Namun penulis percaya dengan kekuatan harapan. Yap, penulis pun berharap bahwa sedikit statement dibawah ini bisa membuka setitik terang dari permasalahan pelik ini.

Kepada rekan – rekan yang memiliki kendaraan pribadi,

 Siapkah anda menghemat BBM , menggunakan mesin kendaraan sesuai spesifikasinya? Tidak mengambil hak orang lain untuk menikmati BBM?

Kepada pemerintah yang selalu penulis doakan agar bijaksana dalam mengambil kebijakan,

 Siapkah anda mempersiapkan infrastruktur transportasi publik yang dapat dijangkau rakyat? Dengan jalan menekan impor kendaraan pribadi dengan menaikkan pajak kendaraan baru? Mampukah anda melarang pemilik mobil mewah untuk “meminum” subsidi yang seharusnya diberikan pada yang membutuhkan?

Sementara itu pula, selama kurun waktu “penghematan”

siapkah kita juga untuk beralih pada renewable energy?

Marilah sama-sama dari hati terdalam kawan, entah anda adalah mahasiswa, dosen, penjual keliling, ibu rumah tangga, adik-adik  sekolah, kita mendukung dan mengembangkan renewable energy, bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan 1 tujuan ,tekun dan disiplin.

Karena semuanya dilakukan dari hati..

Tidak ada yang ga mungkin kan?

(Referensi buat kawan-kawan sekalian) dahlaniskan.wordpress.com

(alhamdulillah.selesai juga)

Dfebriana (25/3/2012)


3 thoughts on “BBM oh BBM! (pra kenaikan BBM April 2012)

  1. Kenaikan bbm akan menyengsarakan rakyat banyak, semoga saja pemerintah mengeti akan hal tersebut. Subsidi yang dibilang banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas meskipun benar, kata “banyak” disini apabila dibandingkan dengan jumlah orang kaya dan orang miskin di indonesia tentunya akan mengalami perbedaan pengertian.jumlah orang miskin lebih banyak di indonesia dibandingkan dengan orang kaya.

    • memang betul jika dilihat dari rasio jumlah orang kaya dan miskin tentu banyak yang miskin..
      Tetapi jika dilihat dari rasio penggunaan? Tentu saja yang lebih menguras premium adalah mobil pribadi.

      Semua hanya masalah pengertian, apabila jika BBM diperuntukkan kebutuhan transportasi umum tentu sangat berbeda efeknya. Selama ini masyarakat umum lebih suka mengendarai kendaraan pribadi karena lebih murah daripada naik angkutan umum.
      Semoga saja secepatnya dapat ditemukan solusinya, tidak dibiarkan menggantung dan memanas seperti ini🙂

  2. Seiring dengan terus naiknya harga energi dan juga untuk peduli pada lingkungan PERLU DIBUAT SKEMA PEMBANGUNAN KERETA API SUPER CEPAT DENGAN MENIRU METODE PEMBANGUNAN JALAN TOL, artinya bisa oleh PEMERINTAH atau SWASTA, atau kerjasama anata KEDUANYA,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s