Aah.. Kasus Lapindo Kata Mereka

lapindo 5774568692_ca40048865

Gambar 1 dan 2. Peta Lumpur Sidoarjo dan Tanggul Lumpur Sidoarjo

(Sumber:http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-1073.html)

LAPINDO, mengingat kata itu rasanya sudah lamaa banget. Kayak mbuka laci lemari yang udah berdebu, yang sengaja disimpan tapi dilupakan. Bikin batuk-batuk+bersin2 ga jelas waktu mbuka laci itu. Alah alay banget yaah, tulung -___-”

05/04/13 sekitar jam 4 kurang, hujan rintik-rintik lokasi UB dan sekitarnya, dan Aburizal Bakrie sedang berkunjung ke Malang, tepatnya ke gedung Widyaloka. Dimana saya? Saya ada di jurusan Fisika UB, mbantuin ibu bapak dosen nyiapin international conference, ngecek e-mail, dan bertugas layaknya customer service yang baik :p

So, apa hubungannya dengan Lapindo dan Aburizal Bakrie. Ah iya, saya ingat, waktu itu tahun 2010, waktu saya masih unyu-unyu jadi maba. Saya dapat file dari sumber yang nggak bisa saya sebutkan disini yang menceritakan adanya blowout / semburan liar di bawah permukaan dari kasus LUSI (Lumpur Sidoarjo) begitulah istilah geologist untuk kasus Lapindo dimana ARB yang punya saham pula pada PT. Minarak Lapindo Brantas.

Well at all, Sebenarnya awal kejadian itu bermula pada mata kuliah tamu dari Bapak yang berafiliasi di BP MIGAS (yang sekarang udah dibubarin itu lho bro). Cerita awalnya adalah fenomena mud volcano dari daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Weleh apalagi nih mud volcano? -__-

Mud Volcano ini kejadian alami, pada prinsipnya adalah seperti lava yang mengalir dari dapur magma. Cuman magmanya bukan dari kumpulan silika dan kawan-kawan, namun tersusun dari lapisan sedimen berukuran halus yang terkumpul dalam mudstone. Kok bisa ya sampai ter-generate menjadi semburan lumpur? Okay, we check on Mr.Bachtiar’s note, ahli geologi ajib dari ETTI [Exploration Think Tank Indonesia].

“Gunung lumpur (mud volcano) adalah ekspresi permukaan tanah (dan bawah laut) dari munculnya endapan lumpur tekanan tinggi dari bawah permukaan bumi.Selama ini munculnya fenomena tersebut dikaitkan dengan penyebab alamiah geologi. Tak aneh jika khazanah literatur geologi dunia jarang mendokumentasikan kasus munculnya gunung lumpur akibat kegiatan manusia.”

Yang paling baru nih yaitu adanya semburan lumpur di Gresik. Yah ini adalah salah satu fenomena mud volcano. Apakah ada relasi dengan lumpur Lapindo? Bahaya nggak? Kira-kira ambles nggak tuh Sidoarjo dan sekitarnya?

Weii satu-satu masbro. Sepengetahuan saya, memang yang namanya mud volcano terjadi di Sidoarjo, mengapa? Karena memang di Sidoarjo ada sesar datar yang memanjang di daerah Porong. Sesar mendatar ini yang menyebabkan banyak adanya deformasi (perubahan posisi lapisan bawah permukaan bumi). Kalau katanya kakak tingkat penulis ini, subsurface dari daerah Porong penuh kejutan. Akibatnya, banyak rekahan-rekahan yang bisa saja meloloskan zat apa saja yang berwujud cair.  Salah satunya adalah lumpur yang disertai air panas, gas, dan voila! lumpur keluar dari sarang sedimentasinya. Perlu diketahui juga nih, kawasan Sidoarjo itu termasuk wilayah delta, yap benar deltaic environment. Kawasan delta ini yang menyebabkan adanya lapisan sedimen berupa mudstone yang diduga berada dalam formasi Kalibeng pada kedalaman 6100-8500 kaki (situs Forum Geografi Nasional Maret 2011)
Jangan dikira karena sudah terbentuk dalam formasi itu pasti stabil, hehehe nggak ya. Justru karena semakin dalam maka akan ada kenaikan temperatur dan tekanan. Kalau ada celah / kesempatan? Yaah, si lapisan batuan itu suka menuju ke permukaan bumi daripada staycool dibawah permukaan bumi. Hal itu nggak bisa dihindari sih. Soalnya, sebagai negara kepulauan, yang secara geologi daratan kita terjadi dari kegiatan vulkanisme dan tektonisme, [jangan disalahin kondisi Indonesia lho ya, our beloved country placed in 3 plates contact, pastinya akan banyak aktivitas tektonisme dari penunjaman lempeng Indo-Australia dan Eurasia pada khususnya, hehe]

So, lumpur Lapindo itu bencana alam apa karena human error?

Kemungkinan keduanya sangatlah mungkin. Begini nih kronologis dari blowout akibat pengeboran oleh

PT. Minarak Lapindo Brantas.

Semenjak semburan lumpur panas terjadi pada tanggal 29 Mei 2006 di desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo tepatnya 150 meter di barat daya sumur BJP I yang sedang dilakukan pengeboran vertikal  eh ternyata ada blowout ketika sampai pada kedalaman  9297 kaki (+/- 3,5 kilometer). Sebetulnya secara teori sih ketika ada blowout, it means lumpur bor yaitu lumpur yang sengaja diinjeksikan si pengebor harus lebih rapat densitasnya daripada lumpur pada formasi Kalibeng tersebut. Lah kok bisa blowout? Itu berarti densitas lumpur bor masih kurang rapat dibanding lumpur yang ada dilapangan. Oke, ketika blowout langsung diinjeksikan lagi lumpur, namun sayangnya mata bor tersumbat. Akhirnya sumur pun disementasi, dibekukan agar lumpur tidak lagi muncul ke permukaan.

Pada saat teman-teman pulang dari Cepu dan mengoleksi ppt analisis LUSI, penulis melihat penampang seismiknya ada yang lucu bagi penulis. Eh, kenapa? Soalnya ada ketidakcocokan antara data seismik dan data dari sumur bor. Aneh kan? Kok ya sekelas perusahaan migas bisa lalai dalam melihat kemungkinan tersebut? Memang sih yang namanya perusahaan migas, mencari minyak dan gas bumi itu sangat susah, banyak banget faktor ketidakpastiannya. Tetapi itu bukan alasan untuk membiarkan kasus Lapindo yang kesannya ditunggu berhenti begitu saja. Saat ini tuh ya kayaknya baik pihak pemerintah dan Lapindo menganggap ini seperti fenomena gunung meletus, tinggal penduduk diungsikan, diberi ganti rugi, dan wilayah dilokalisasi dalam tanggul. Tet selesai. Hello mameeen…-_____-“. Sayangnya mud vulcano ini beda karakteristik ama gunungapi masbroo. Harusnya bisa ditangani, dianalisis dengan seksama, dan diseriusin penanganannya, bukan hanya dibiarkan, tapi nanti kalau hujan lebat, tanggul bocor dan muncul korban jiwa. Please deh

Balik ke ARB, Lapindo, dan Pemerintah
Tadi penulis nulis tentang ketidakpastian dalam industri migas banyak faktor kejutannya kan? Apa pernah terjadi fenomena semacam ini dibelahan dunia lainnya? Yeah betul, hal ini pernah terjadi di Teluk Mexico dimana yang menjadi pihak pengebor yaitu BP (bukan BP Migas Indonesia masbro, tetapi British Petroleum). Nah ini keterangannya dari analisis Rudi Rubiandini, yang sekarang menjadi Menteri ESDM ternyata [Penulis baru tau, hehe]. Apa sih yang membedakan Mexico dengan kita? Jelas beda dong, disana pemerintahnya sampai mengeluarkan statement “Tidak mau tahu, pokoknya semburan lumpur itu berhenti dan tidak mencemari lingkungan” daaan eng ing eng BP pun berkomitmen untuk melakukan segala cara untuk menghentikan semburan lumpur walaupun itu terletak dibawah laut, bukan didaratan loh. Yaiyalah harga mati perusahaan migas gitu. Wuussh, coba tengok deh di Indonesia, ini nih cuplikan dari situs http://www.nasional.kompas.com,

“Lapindo sesalkan keputusan ahli geologi dunia yang menetapkan bahwa fenomena LUSI dikarenakan kesalahan pengeboran dari PT. Minarak Lapindo Brantas. Lapindo berkeras mereka telah dinyatakan tidak bersalah oleh keputusan Mahkamah Agung.”

Nah, beda kan ama yang perlakuan BP di Teluk Mexico?Demikian juga yang dinyatakan oleh ARB waktu diberi “tanda kasih” ketika memberikan kuliah tamu di Universitas Brawijaya, tepatnya di gedung Widyaloka kemarin (05/04).

Apa sih bentuk “tanda kasih” yang diberikan?

Wah, ternyata ARB diberi lumpur. Weleh bisa aja deh temen-temen mahasiswa ini. Wajarlah kalau mereka kesel, wong format acara ARB dibumbui atribut partai politik. Tulung deh pak, tujuannya bapak kesini kan ngasih kuliah zzz -__-“.

Halah nggak penting deh bahasan itu, at least gimana nih penanganannya?. Intinya penanganan LUSI jangan dibiarkan berlarut-larut. Mungkin bener kali ya, kalau di Indonesia ini demokrasinya kebablasan. Banyak data yang diungkapkan bahwa LUSI bukanlah sepenuhnya kesalahan PT. Minarak Lapindo Brantas, tetapi murni karena kejadian mud volcano, yang merupakan siklus alami dari alam itu sendiri. Not their fault. Oke, masalah itu skip dulu deh, selama paradigma kita masih menganggap itu adalah fenomena alam jangan harap bakal selesai bencana ini. Coba berfikir dari dampak sosial, ketika tanggul bocor, banyak infrastruktur yang rusak, dan itu tidak hanya merugikan masyarakat thok lho, bapak-bapak pemerintah juga terpengaruh nantinya. Gimana pemerintah bisa bekerja untuk rakyat kalo melihat dari cara pandang seperti itu? Apakah nggak tergerak juga nurani Bapak/ibu pemerintah sekalian melihat negara lain sukses menanggulangi kasus yang terjadi semacam ini?

Dan Bapak ARB, bukannya saya menyalahkan anda atau membela kelakuan sohib saya yang ngasih sesuatu yang mungkin bagi Bapak nggak tepat sasaran. Tetapi seharusnya, sebagai calon presiden 2014 nggak keren banget deh anda cuman memberikan bantuan beasiswa. Basi pak. Coba ambil solusi atau gebrakan yang berbeda dengan calon-calon presiden lainnya.

Apa salahnya sih bapak memberikan santunan pada para peneliti untuk meneliti kondisi bawah permukaan lokasi LUSI? Apakah Bapak tidak tergerak untuk melihat kemungkinan adanya solusi relief well? Atau melakukan penelitian yang berupa SUPER PROJECT untuk menzonasi rekahan-rekahan yang ada sekitar daerah Porong dan sekitarnya yang bisa aja menjadi pusat semburan lumpur baru? Tidak bisakah kita “mencontek” komitmen BP dan pemerintah yang menangani kasus blowout di Teluk Mexico? Kalau emang pemerintah nggak punya anggaran untuk menginisiasi ini , kenapa nggak dimulai dari Bapak aja?

Yaah, penulis sih hanya mahasiswi biasa pak, nggak punya duit banyak, cuman bisa mbantuin modal pemikiran dan otak aja. Alhamdulillah mindset penulis selalu diprogram, “what’s in earth is what’s in your brain”. Kalau memang  sangat diperlukan apa salahnya memperkerjakan diri sendiri untuk memikirkan solusi semburan LUSI? Jangan memulai jiwa pesimistis deh Bapak, saya juga miris, tanah kelahiran saya jadi danau lumpur begitu. Dan begitu juga para pembaca, Tidakkah anda juga tergerak untuk menyelesaikan kasus LUSI?
#Let’s start it together ^^

Semoga Bermanfaat (dan semoga dibaca ARB)😀

Malang, 6 April 2013
Salut sama sohib saya yang memberikan oleh2 “ lumpur” pada ARB

Think it with your heart, realize it with your brain ,😀😀

Cuwii,
Mahasiswi Geofisika UB tingkat akhir

@Puri Cempaka Putih BJ-81 07:57 a.m

Referensi:

1. http://nasional.kompas.com/read/2008/11/03/17495650/lapindo.sesalkan.keputusan.ahli.geologi.dunia..
2. http://rovicky.wordpress.com/2006/09/27/penampakan-mud-volcano-dalam-rekaman-penampang-seismik/
3. http://geologi.iagi.or.id/2010/06/19/menghentikan-semburan-lumpur-lapindo/
4. http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-1073.html
5. Berbagai presentasi dan memori kuliah tamu analisis LUSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s